Kediri, tjahayatimoer.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menggelar doa bersama lintas agama sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1222 Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Convention Hall kawasan Simpang Lima Gumul, Selasa (28/4/2026) malam. 


Sebanyak 750 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari perwakilan enam agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, serta penghayat kepercayaan.


Doa bersama dilakukan secara bergantian oleh masing-masing perwakilan agama sesuai keyakinannya. Seluruh doa dipanjatkan untuk kemajuan, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri.


Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menyampaikan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi perjalanan panjang daerah.


"Keberagaman agama, budaya, dan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan besar yang harus kita jaga bersama," kata Mas Dhito dalam sambutan.


Menurutnya, kerukunan yang terjaga selama ini menjadi modal sosial penting dalam mendukung pembangunan daerah yang harmonis, aman dan damai.


Mas Dhito juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan serta menjaga semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.


"Melalui doa lintas agama ini, kita menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama di Kabupaten Kediri tetap terjaga dengan baik," tambahnya.


Pemerintah Kabupaten Kediri, lanjutnya, berkomitmen untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif, adil, dan merata dengan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi.


Dengan adanya doa yang dipanjatkan bersama, lanjutnya diharapkan juga dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.


"Semoga doa yang kita panjatkan hari ini dikabulkan dan membawa kebaikan bagi Kabupaten Kediri," pungkasnya. (red)