Kediri, Tjahayatimoer.net - Mbah Marsiyah seorang calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Kediri,Jawa Timur, menjadi jemaah tertua di Indonesia pada musim haji 2026 dengan usia mencapai 105 tahun.

Marsiyah mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran ibadahnya. Mengingat kondisi fisik yang sudah lanjut usia, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan bantuan kursi roda.

Bantuan kursi roda itu di serahkan oleh Mas Dhito dengan mendatangi langsung Mbah Marsiyah di rumahnya Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu (29/4).

"Hari ini saya mengunjungi Mbah Marsiyah, jamaah (CJH) tertua dari Kabupaten Kediri, yang di butuhkan hanya kursi roda," jelas Mas Dhito usai menemui Mbah Marsiyah di rumahnya.






Mas Dhito menjelaskan, fisik Mbah Marsiyah dalam kondisi baik. Bahkan, menurutnya di usia yang lebih dari satu abad, kemampuan kognitif Mbah Marsiyah dalam kondisi istimewa.

Dengan kondisi ini, diharapkan  Mbah Marsiyah mampu menyelesaikan rangkaian ibadah haji di tanah suci. Ditambah lagi, Mbah Marsiyah akan di dampingi anak keduanya, Muidah (63) untuk menunaikan rukun Islam ke-5 tersebut.


Menurut Mas Dhito, para jamaah lansia termasuk Mbah Marsiyah akan diperhatikan secara khuus oleh para petugas pendamping haji daerah. Tahun ini, ada sekitar 6 petugas pendamping haji daerah yang akan bertugas mendampingi lebih dari 1000 CJH.

"Jamaah yang lanjut usian menjadi fokus kita," jelas Mas Dhito.


Usai menyerahkan bantuan kursi roda dan mengobrol langsung dengan Mbah Marsiyah serta keluarga, Mas Dhito menitipkan doa supaya Kabupaten Kediri terus menjadi daerah yang guyub rukun serta kondusif.

"Tadi saya nitip doa kepada Mbah Marsiyah, juga saya bekali jeruk biar dapat barokahnya (Mbah Marsiyah),' kata Mas Dhito.

Mbah Marsiyah sendiri mengakui telah puluhan tahun mempunyai keinginan untuk berangkat haji. Untuk biaya haji, dia menabung dari hasil berjualan bubur.

Meski pada 2014 lapak jualannya bubur terkena dampak pasir letusan Gunung Kelud hingga terpaksa tutup, Mbah Marsiyah tetap berusaha menyisihkan uang demi bisa berangkat haji.

"Kawit sadean niko pingin minggah haji ( sejak jualan dulu sudah ingin naik haji )," terangnya.

Berkat kesabaran dan keteguhan dalam menabung, Mbah Marsiyah akhirnya Mbah Marsiyah akhirnya bisa berangkat berhaji tahun 2026 ini. Dia pun bahagia mendapatkan kursi roda dari bupati dan diharapkan bisa memperlancar mobilitas ibadahnya.

"Nggih remen ( senang )," aku Mbah Marsiyah. (red)