Kediri, Tjahaya Timoer — Pemerintah Kota Kediri tancap gas meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Sebanyak 250 guru PAUD dari berbagai lembaga digembleng dalam Workshop Penguatan Kompetensi Guru PAUD dengan fokus pembelajaran inklusif berbasis deep learning.
Kegiatan yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara selama dua hari ini menjadi langkah konkret Dinas Pendidikan Kota Kediri dalam mendorong lahirnya metode pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan menyenangkan bagi anak.
Tak sekadar teori, para peserta diajak memahami bagaimana deep learning mampu membentuk karakter serta kemandirian anak sejak dini. Guru didorong keluar dari pola lama yang cenderung satu arah, menuju pendekatan yang lebih interaktif dan menyentuh kesadaran anak.
Dinas Pendidikan menghadirkan dua narasumber berkelas, yakni Wiedy Putri Fauziah, guru berprestasi tingkat nasional, serta Atik Rakhmawati, Kepala Sekolah Inspiratif, yang membagikan praktik terbaik di dunia pendidikan.
Tak berhenti di workshop, pengawasan langsung akan dilakukan pada Mei mendatang. Dinas Pendidikan akan turun ke lapangan memastikan ilmu yang didapat benar-benar diterapkan di kelas. Bahkan, setiap lembaga diminta mengirimkan video pembelajaran sebagai bentuk evaluasi dan berbagi praktik baik.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Kediri serius menyiapkan pondasi pendidikan sejak usia dini. Dengan guru yang semakin kompeten, harapan mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 bukan sekadar wacana, tetapi target nyata yang sedang dikejar.
0 Komentar