DENPASARBalai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menetapkan status "Siaga" terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat untuk wilayah Kota Denpasar dan tujuh kabupaten lainnya di Provinsi Bali pada Selasa (10/3/2026). Ketujuh kabupaten yang masuk dalam daftar peringatan tersebut meliputi Badung, Bangli, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan. Intensitas hujan yang tinggi diprediksi akan turun secara merata mulai siang hingga malam hari.

Peringatan cuaca ekstrem ini diikuti dengan peringatan akan potensi dampak bencana hidrometeorologi yang cukup masif. BMKG menyatakan bahwa guyuran hujan ekstrem ini berisiko memicu banjir genangan di kawasan perkotaan yang padat, luapan sungai, hingga banjir bandang dan longsor di daerah perbukitan. Dampak ini dikhawatirkan dapat mengganggu secara signifikan aktivitas harian masyarakat, merusak infrastruktur jalan, hingga menghentikan sementara operasional layanan publik dan pariwisata luar ruang.

Selain hujan lebat, hembusan angin juga terpantau cukup kencang dengan arah pergerakan dari barat daya hingga ke barat, mencapai kecepatan maksimum hingga 38 kilometer per jam. Kondisi angin kencang ini berpotensi menyebabkan pohon tumbang di jalan-jalan protokol kota serta merusak fasilitas umum. Bagi para nelayan tradisional dan operator kapal wisata, BMKG juga memberikan peringatan dini mengenai potensi gelombang laut yang dapat mencapai ketinggian 2,0 meter di wilayah perairan selatan Bali.

Merespons peringatan dini ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali meminta seluruh aparat desa adat dan kelurahan untuk melakukan pengecekan ulang terhadap kebersihan saluran drainase di wilayah masing-masing. Wisatawan yang sedang berlibur di Bali diimbau untuk menghindari wisata alam berisiko tinggi seperti pendakian gunung, rafting di sungai berarus deras, atau berenang di pantai laut selatan demi menjaga keselamatan jiwa di tengah cuaca yang tidak bersahabat.(red)