MALANG – Jajaran Polresta Malang Kota mengambil langkah proaktif dengan memimpin koordinasi lintas sektoral bersama Pemerintah Kota Malang untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Fokus utama kepolisian adalah mematangkan strategi rekayasa lalu lintas dan penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan guna menjamin kelancaran serta kenyamanan para pemudik yang masuk maupun melintas di wilayah Malang Raya.

Kapolresta Malang Kota menegaskan bahwa pihak kepolisian akan mengerahkan ratusan personel gabungan yang disebar ke berbagai pos pengamanan (Pospam) dan pos pelayanan (Posyan) strategis. Selain penjagaan statis, tim urai kemacetan dari Satlantas Polresta Malang Kota juga disiagakan untuk merespons cepat setiap potensi penumpukan kendaraan secara dinamis. Kepolisian berkomitmen untuk menerapkan diskresi kepolisian di lapangan apabila terjadi kepadatan ekstrem guna menjaga ritme arus tetap mengalir.

Selain aspek kelancaran, kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada faktor keselamatan berkendara. Petugas di lapangan diinstruksikan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap kelaikan kendaraan umum dan kedisiplinan para pengemudi. Pemetaan jalur alternatif telah disiapkan secara detail oleh fungsi operasional lantas agar beban kendaraan di jalur utama dapat terbagi secara merata, sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas selama masa operasi ketupat berlangsung.

Kolaborasi dengan Dinas Perhubungan dan instansi terkait dilakukan untuk memastikan sarana pendukung seperti rambu portabel dan pengaturan durasi lampu lalu lintas sinkron dengan kebijakan kepolisian di lapangan. Polresta Malang Kota juga mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi terkini mengenai kondisi arus lalu lintas melalui kanal komunikasi resmi kepolisian. Dengan kesiapan personel yang matang, kepolisian optimistis pergerakan masyarakat selama masa Lebaran di Kota Malang dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif.