KEDIRI – Ruang kerja Kapolres Kediri Kota menjadi panggung bagi sebuah dialog inklusif pada Senin (2/3/2026). Di sana, jajaran pucuk pimpinan kepolisian duduk satu meja dengan pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri. Audiensi ini bukan sekadar pertemuan formalitas, melainkan sebuah pernyataan sikap yang kuat: bahwa di bawah kepemimpinan saat ini, Polres Kediri Kota tidak hanya siap mendengar, tetapi juga membuka lebar pintu bagi kritik konstruktif sebagai bahan bakar utama reformasi internal kepolisian.

Suasana pertemuan berlangsung dinamis namun penuh rasa hormat. Para mahasiswa menyampaikan berbagai poin aspirasi, mulai dari isu pelayanan publik hingga keterbukaan informasi dalam penanganan kasus. Kapolres Kediri Kota menanggapi setiap poin dengan lugas, menegaskan bahwa kepolisian adalah institusi yang hidup dan berkembang justru karena adanya masukan dari elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Komitmen ini menjadi sinyal positif bahwa polarisasi antara aparat dan aktivis dapat dijembatani melalui ruang-ruang diskusi yang jujur dan bermartabat.

Lebih jauh, Kapolres menekankan bahwa Polri kini sedang bertransformasi menjadi institusi yang lebih progresif dan transparan. Kritik dari PMII dianggap sebagai "vitamin" untuk memperbaiki kekurangan yang mungkin tidak terlihat dari dalam. Dalam audiensi tersebut, disepakati pula pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk menjaga stabilitas kamtibmas di Kota Kediri, di mana mahasiswa diharapkan tetap menjadi kontrol sosial yang kritis namun tetap solutif dalam menjaga napas demokrasi di daerah.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi yang lebih cair dan tanpa sekat. Keterbukaan Kapolres Kediri Kota dalam menerima audiensi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat Presisi bukan sekadar slogan, melainkan praktik lapangan yang menghargai setiap suara. Dengan sinergi ini, diharapkan Kota Kediri dapat menjadi role model bagi wilayah lain dalam membangun hubungan harmonis antara kepolisian dan elemen mahasiswa demi terwujudnya keadilan yang lebih dekat dengan rakyat.(red)