KEDIRI – Sinar matahari pagi di SMA Negeri 4 Kota Kediri terasa berbeda pada Senin (2/3/2026). Di antara barisan siswa, hadir Unit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota yang membawa misi penting: menyelamatkan nyawa generasi muda lewat edukasi Safety Riding. Ini bukan sekadar sosialisasi aturan lalu lintas yang kaku, melainkan sebuah dialog hangat untuk mengubah pola pikir para remaja agar tidak hanya lihai memutar gas, tetapi juga cerdas dalam menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan raya.
Suasana menjadi sangat dinamis saat petugas mulai memeragakan teknik berkendara yang benar. Dari cara penggunaan helm yang memenuhi standar keamanan hingga teknik pengereman yang presisi, para siswa diajak untuk melihat bahwa kendaraan adalah alat transportasi yang membutuhkan tanggung jawab besar, bukan sekadar gaya hidup. Edukasi ini menjadi sangat krusial mengingat usia SMA adalah masa di mana ego dan adrenalin sering kali lebih dominan daripada logika saat berada di atas jok motor.
Tak hanya teori, personel Satlantas juga menyisipkan pesan moral tentang etika berkendara. Mereka menekankan bahwa mematuhi lampu merah atau tidak menggunakan knalpot brong adalah bentuk penghormatan kepada sesama pengguna jalan. Interaksi dua arah ini membuat para siswa lebih terbuka; mereka tidak lagi melihat polisi sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai mentor yang peduli akan masa depan mereka. Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas yang sering kali melibatkan kelompok usia produktif.
Kegiatan di SMA Negeri 4 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan menanamkan disiplin sejak di bangku sekolah, Polres Kediri Kota sedang membangun fondasi bagi terciptanya budaya jalan raya yang lebih beradab di masa depan. Pendidikan ini adalah investasi jangka panjang; karena setiap satu anak yang sadar akan keselamatan, berarti satu keluarga telah diselamatkan dari potensi tragedi di jalanan.

0 Komentar