IRI – Guna menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama masa arus mudik Lebaran 2026, Polres Kediri meningkatkan pengamanan di sejumlah perlintasan sebidang kereta api (KA) tanpa palang pintu pada Minggu (15/3/2026). Kabupaten Kediri yang dilewati jalur kereta api lintas selatan Jawa ini memiliki puluhan titik perlintasan liar yang menghubungkan antar-desa. Titik-titik ini dinilai sangat rawan, mengingat frekuensi perjalanan kereta api tambahan khusus Lebaran telah diaktifkan oleh PT KAI Daop 7 Madiun.
Kapolres Kediri bersama Kasat Lantas turun langsung meninjau beberapa perlintasan tanpa palang pintu di Kecamatan Papar dan Purwoasri. Polisi memasang spanduk peringatan berwarna mencolok dan pita kejut (speed bump) portabel beberapa meter sebelum rel untuk memaksa pengendara menurunkan kecepatan. Selain infrastruktur, Polres Kediri juga menyiagakan personel berseragam secara bergantian di perlintasan yang memiliki rekam jejak kecelakaan tinggi guna membantu mengatur arus kendaraan roda dua dan roda empat.
Dalam kunjungannya, jajaran kepolisian turut merangkul dan memberikan apresiasi kepada para relawan masyarakat sipil yang secara sukarela menjaga perlintasan liar tersebut setiap harinya. Sebagai bentuk dukungan, Kapolres Kediri membagikan bantuan logistik ringan berupa paket sembako, peluit, senter lalu lintas (lalin), dan rompi high-visibility (menyala dalam gelap) agar keberadaan para relawan mudah terlihat oleh masinis kereta maupun pengendara motor dari jarak jauh saat malam hari.
Kepolisian terus mengimbau para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk selalu mematuhi rambu STOP di perlintasan tanpa palang. Pengendara diwajibkan untuk berhenti sejenak, menengok ke kanan dan ke kiri, serta memastikan jalur benar-benar aman sebelum melintasi rel. Sinergi yang kuat antara PT KAI, aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan kesadaran tinggi dari pengguna jalan adalah kunci utama untuk mewujudkan perjalanan mudik yang aman tanpa insiden di wilayah perlintasan kereta api Mataraman.
0 Komentar