BANYUWANGI – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Green Farm Banyuwangi pada Senin (2/3/2026), saat Kapolda Jawa Timur bersama Gubernur Jawa Timur turun langsung ke ladang untuk merayakan masa panen jagung yang melimpah. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pertanian biasa, melainkan simbol kuatnya sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam mengawal stabilitas ekonomi nasional. Di bawah terik matahari, kedua pemimpin ini menunjukkan komitmen nyata bahwa keamanan wilayah dan kedaulatan pangan adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan demi kesejahteraan rakyat.

Kehadiran Kapolda Jatim di tengah perkebunan jagung ini menegaskan peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan sebagai salah satu pilar stabilitas keamanan. Dengan memastikan distribusi sarana produksi pertanian berjalan lancar dan bebas dari praktik mafia pangan, kepolisian menjadi garda terdepan dalam melindungi ekosistem ekonomi para petani. Panen raya ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektoral mampu mengubah lahan potensial menjadi lumbung energi yang siap memasok kebutuhan pasar domestik secara mandiri.

Dalam dialognya bersama para petani setempat, Gubernur Jawa Timur mengapresiasi dukungan penuh kepolisian yang memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha agribisnis untuk berinovasi. Penggunaan teknologi di Green Farm yang dipadukan dengan pengawasan keamanan yang kondusif terbukti mampu meningkatkan hasil produksi secara signifikan. Hal ini diharapkan menjadi pilot project bagi wilayah lain di Jawa Timur untuk terus memacu produktivitas lahan mereka guna menekan ketergantungan pada komoditas impor.

Kegiatan panen bersama ini diakhiri dengan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dalam menjaga rantai pasok pangan agar tetap stabil hingga ke tangan konsumen. Dengan senyum optimis, rombongan meninggalkan lokasi sebagai pesan kepada masyarakat bahwa Jawa Timur tetap menjadi tulang punggung pangan nasional yang tangguh. Sinergi ini membuktikan bahwa saat pemerintah dan kepolisian melangkah seirama, tantangan krisis pangan global dapat dihadapi dengan ketenangan dan aksi nyata yang berbuah kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.