KOTA KEDIRI, tjahayatimoer.net  – Komitmen menghadirkan generasi sehat dan berkualitas terus diperkuat. Pondok Pesantren Al Amien Kota Kediri resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 2, Jumat (23/1/2026), sebagai perluasan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan penerima manfaat.

Peresmian SPPG 2 dilakukan langsung oleh Pengasuh Ponpes Al Amien sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar, bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, ditandai dengan pengguntingan rangkaian bunga di lokasi pondok pesantren.

Dengan beroperasinya SPPG 2, Ponpes Al Amien kini melayani sebanyak 3.200 penerima manfaat, terdiri dari santri dan pelajar. Sebelumnya, pondok ini telah lebih dulu meluncurkan SPPG 1, yang menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap program pemenuhan gizi nasional.

KH Anwar Iskandar menyampaikan bahwa pemenuhan gizi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan pesantren dan pendidikan.

Program SPPG tidak hanya bertujuan memastikan asupan gizi yang sehat, aman, dan berkualitas, tetapi juga diharapkan mampu membentuk generasi yang kuat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan matang secara spiritual.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi langkah Ponpes Al Amien yang dinilai sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendukung tumbuh kembang anak dan remaja melalui pemenuhan gizi seimbang.

Selain berdampak pada kesehatan santri dan pelajar, kehadiran SPPG 2 juga membawa multiplier effect bagi perekonomian lokal. Bahan pangan yang digunakan dalam layanan MBG melibatkan pelaku usaha dan produsen lokal, sehingga turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar.

Peluncuran SPPG 2 Ponpes Al Amien menegaskan peran strategis pesantren, bukan hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mitra aktif pemerintah dalam mewujudkan generasi sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Dengan langkah ini, Kota Kediri kembali menunjukkan diri sebagai daerah yang progresif dalam menyinergikan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi lokal dalam satu gerakan nyata.